Sejarah Cincin Berlian Wanita Mewah dan Penuh Makna

0
160
cincin berlian wanita

Berlian berasal dari bahasa Yunani yakni kata adamas. Kata ini memiliki arti sebagai sesuatu yang tidak dapat diubah atau dipecah. Berlian mulai dikenal semenjak 1000 SM, namanya juga beberapa kali disebut dalam dokumen sejarah Sansekerta Arthashastra. Hingga kini banyak digunakan sebagai cincin berlian wanita, baik sebagai cincin pertunangan maupun cincin nikah. 

Sejarah Cincin Berlian Solitaire

Berlian pada awalnya digunakan sebagai alat tukar, kadang digunakan juga sebagai perkakas. Pada masa itu berlian belum dikenal sebagai perhiasan. Hal ini terbukti dalam dokumen Arthashastra yang menjelaskan berlian sebagai komoditas perdagangan. Sedang dokumen Ratna Pariksha memaparkan cara menilai kualitas berlian. Cincin Berlian Solitaire baru dikenal pada abad pertengahan.

cincin berlian wanita
cincin berlian wanita

Pada abad pertengahan tersebut, cincin menjadi simbol penyatuan jiwa. Hal ini terjadi karena deklarasi Paus Innocent III yang mewajibkan ada jeda antara masa pertunangan dan pernikahan. Keputusan Paus ini membuat para pasangan perlu sebuah simbol untuk mengikat janji. Agar pertunangan mereka tetap diakui oleh masyarakat sekitar. 

Mengingat cincin merupakan pengikat dua jiwa dalam sebuah ikatan pernikahan. Maka cincin pertunangan pun dianggap sama pentingnya setelah deklarasi Paus Innocent III diumumkan. Semenjak masa itu, cincin pertunangan maupun cincin pernikahan pun lumrah dikenakan oleh kedua pasangan.

Cincin berlian pun ikut naik pamornya setelah Archduke Maximilian yang berasal dari Belgia memberikannya pada Maria dari Burgundia. Kedua sejoli yang konon saling mencintai ini pun memicu respon yang sama terhadap pasangan kekasih lain. Semenjak itu, cincin pertunangan lebih banyak menggunakan berlian dibanding permata lain.

Ragam Potongan Berlian

Potongan berlian yang paling awal dikenal adalah jenis table dan pointcut. Pointcut ini mengikuti potongan alami berlian. Sedang table cut lebih banyak menggunakan faceting. Jenis ini pula yang menginspirasi terbentuknya jenis emerald cut yang mulai banyak digunakan semenjak tahun 1940. Setelah itu berbagai jenis potongan berlian pun semakin banyak dikembangkan. Adapun modelnya seperti berikut ini. 

Round Cut 

Model bulat ini telah populer semenjak tahun 1919, terbukti dari 75% berlian yang terjual dengan model ini. Harga jualnya juga mencapai 30% lebih tinggi dari potongan lain. Ini terjadi karena tingginya permintaan round cut sedang persediaan berlian cukup terbatas. Round cut mampu memancarkan cahaya dan memaksimalkan kilau berlian. Sehingga tampak lebih berkelas karenanya. 

Emerald Cut 

Emerald cut merupakan potongan berlian yang paling langka di dunia. Dari keseluruhan berlian yang ada, hanya 3% saja yang bisa dibentuk dengan gaya emerald cut. Bentuknya yang dramatis dan memberi kesan vintage sehingga digilai oleh Elizabeth Taylor yang dikenal juga sebagai ratu perhiasan. Potongan gaya ini membuat berlian juga tampak lebih besar dari ukuran sebenarnya. 

Princess Cut 

Baru populer pada akhir tahun 1980an tetapi mampu menarik perhatian para pecinta berlian. Model ini banyak dipilih untuk menghiasi cincin pertunangan, karena memberi kesan mewah serta elegan. Bentuknya menyerupai persegi, dan memiliki harga lebih murah dibanding round cut. Pasalnya berlian yang digunakan hanya berukuran separuh dari berlian round cut. Meski begitu, model ini tetap memiliki banyak penggemar. 

Mengingat panjangnya sejarah mengenai cincin berlian wanita hingga bisa hadir dalam kehidupan kita saat ini. Tidak heran jika berlian menjadi sangat berharga, bahkan tidak jarang dijadikan sebagai warisan turun temurun. Baik sebagai cincin pertunangan maupun cincin pernikahan, kesannya tetap sama. Sebagai cincin yang mengikat ikrar antar dua jiwa yang saling mencintai.