Perkembangan Perusahaan Parna Raya Di Tanah Air

0
606
Parna Raya
Parna Raya

Perusahaan Parna Raya Awalnya hanya sebuah perusahaan keluarga, dengan bisnis truk tunggal. Mengangkut barang dari kapal di daerah pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia. Perlahan perusahaan ini dari sejak berdiri terus menaik, dan terus tumbuh dari bisnis angkutan truk kecil untuk armada yang sangat substansial hingga bertumbuh besar dari 125 unit semi trailer menjadi tronton.

Seiring waktu, perusahaan ini melirik bisnis lain. Saat ada kesempatan muncul untuk memperluas ke bisnis transportasi kapal laut. Dengan menginvestasikan uang perusahaan ini membeli kapal laut untuk mengangkut kantong semen secara massal, pupuk urea. Dan komoditas lainnya yang dihasilkan oleh perusahaan milik Negara.

Selanjutnya, pertengahan 1980 peluang juga muncul dalam perdagangan komoditas. Perusahaan ini kemudian merambah ke perdagangan komoditas termasuk pupuk kimia, pinus kayu pulp, garam bermutu tinggi dengan bekerjasama dengan industri Australia dan lain-lain.

Pada pertengahan di tahun 1990, sebuah kesempatan dan keputusan brilian memungkinkan perusahaan ini untuk mencoba berbisnis di gas. Niatnya untuk mengamankan pembelian gas bumi. Dari bisnis ini lahirlah pabrik ammonia.

Satu-satunya pabrik swasta milik pribadi dan freehold terletak di Bontang, Kalimantan Timur, Indonesia. Dia melihat kesempatan, meramalkan berbagai masa depan yang cerah dalam pasokan gas dan masuk ke bisnis berbasis industri, sebagai lawan bisnis perdagangan.

Setelah itu Pabrik Amoniak kemudian dibangun dan dikembangkan menjadi PT Kaltim Parna Industri didirikan sebagai joint-venture Parna Raya dan bekerja sama dengan perusahaan Mitsubishi Corporation juga dengan perusahaan PT. Dana Pensiun, kemudian Yayasan Pupuk Kaltim, dilengkapi dengan kapasitas produksi per tahunnya lebih dari 500.000 metrik ton amonia anhidrat.

Perusahaan ini juga menggarap perkebunan Amonia. Amonia yang merupakan tanaman yang ditugaskan dan berhasil dengan memulai produksi komersial pada awal 2002 Sebagian besar amonia yang dihasilkan diekspor ke bagian lain baik di Timur Selatan dan Asia Timur Jauh.

Sejak itu, perusahaan ini berkembang pesat dan didirikan beberapa perusahaan yang bernaung dalam perusahaan ini. Saat Ini perusahaan Parna Raya yang telah menjalankan berbagai jenis usaha, mulai dari investasi, jalur pipa transportasi gas, pasokan gas alam, dan perkebunan kelapa sawit, yang saat ini tetap menjadi salah satu perusahan yang sukses dan menjadi kepercayaan pemerintah.